Diduga Terjerat, Anak Gajah Sumatera Mati di Kawasan Konservasi Pelalawan

Kamis, 26 Februari 2026 | 21:12:45 WIB
Anak gajah mati di TNTN Pelalawan (foto:Humas Polda Riau)

iniriau.com, PELALAWAN – Seekor anak gajah Sumatera ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Kamis (26/2/2026). Satwa dilindungi itu ditemukan di wilayah Resort Lancang Kuning, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, bangkai anak gajah tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB. Saat ditemukan, kondisinya telah membusuk dan diperkirakan sudah mati lebih dari sepekan.

Menindaklanjuti temuan itu, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan turun langsung ke lokasi. Ia didampingi Dirreskrimum Kombes Hasyim, Dirreskrimsus Kombes Ade Kuncoro, Kabid Laboratorium Forensik Polda Riau, serta Kepala BBKSDA Riau. Kehadiran jajaran kepolisian ini untuk memastikan penanganan kasus dilakukan secara profesional dan berbasis pemeriksaan ilmiah.

Herry menegaskan, pihaknya tidak ingin berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan lengkap diperoleh. Karena itu, tim medis dari Balai TNTN masih melakukan nekropsi guna memastikan penyebab pasti kematian satwa tersebut.

“Semua proses harus berdasarkan fakta di lapangan. Kami mendukung pemeriksaan medis dan akan menunggu hasilnya sebelum menyimpulkan apa pun,” ujarnya.

Dari informasi awal, terdapat dugaan kematian berkaitan dengan infeksi pada bagian kaki yang disinyalir akibat jerat. Namun demikian, dugaan tersebut masih dalam tahap pendalaman.

Kapolda menambahkan, pelibatan fungsi reserse dan laboratorium forensik dilakukan sebagai langkah antisipatif jika nantinya ditemukan unsur tindak pidana. Jika ada indikasi pelanggaran hukum, proses penegakan hukum akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Saat ini, Polda Riau terus berkoordinasi dengan pihak Balai TNTN dan BKSDA Riau untuk mengumpulkan data serta menganalisis temuan di lapangan. Perkembangan selanjutnya akan disampaikan setelah hasil nekropsi dan investigasi menyeluruh rampung.**

Tags

Terkini