5 Rajab 1444 H | Jumat, 27 Januari 2023
Berkunjung ke Salah Satu Pulau Terluar Indonesia, Rupat Utara Nan Mempesona
pariwisata | Jumat, 2 Desember 2022
Editor : Fara Amelia | Reporter : NN

Pantai Rupat Utara nan mempesona. (foto:NN)

Iniriau.com, PEKANBARU – Tidak memiliki keindahan alam yang berlimpah seperti daerah lain, tidak membuat destinasi wisata di Provinsi Riau bisa dilupakan begitu saja. Masyarakat Riau tetap bisa menikmati keindahan pesisir pantai Rupat Utara yang berada di Kabupaten Bengkalis. Keindahan pantai dengan hamparan pasir putih yang menawan ini, memiliki pesonanya sendiri. Ada banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi para wisatawan di salah satu pulau terluar Indonesia ini.

Rupat Utara adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten Bengkalis, Riau, Indonesia. Kecamatan Rupat Utara terdiri dari delapan desa dengan ibu kota kecamatan berada di Tanjung Medang. Adapun desa-desa lain yaitu Teluk Rhu, Tanjung Punak, Puteri Sembilan, Kadur, Titi Akar, Hutan Ayu dan Suka Damai.

Kecamatan Rupat Utara mempunyai batas-batas wilayah, sebelah Utara berbatasan dengan Selat Malaka, sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Rupat, sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Rokan Hilir dan sebelah Timur berbatasan dengan Selat Malaka.

Dari Pekanbaru, perjalan ke Rupat Utara bisa ditempuh kurang lebih selama enam jam menggunakan jalur darat dan laut. Perjalanan diawali dengan melewati tol Pekanbaru – Dumai selama dua jam, kemudian penyeberangan Dumai – Rupat selama satu jam dan dilanjutkan perjalan darat dari Rupat ke Rupat Utara selama dua setengah jam.

(Pantai Beting Aceh, salah satu destinasi pantai di Rupat Utara)

Untuk menarik wisatawan datang berkunjung, Rupat Utara memiliki potensi wisata yang meliputi wisata alam, wisata budaya dan wisata buatan.

Wisata alam yang ada di Rupat seperti Pantai Pesona, Pantai Tanjung Lapin, Pantai Ketapang, Pantai Makeruh, Pantai Pasir Putih, Pulau Beting Aceh, Hutan Mangrove, Migrasi Burung (Desember) dan Penangkaran Penyu.

Sedangkan untuk wisata budaya diantaranya, Tarian Zapin Api, Kampung Budaya Suku Akit Ratas, Kampung Nelayan Tanjung Jaya, Kampung Wisata Suku Akit, Ziarah Kubur Putri Sembilan, Klenteng Vidya Sagara, Klenteng Cin Buk Kiong, Klenteng Cin Hang Keng dan Tarian Mak Yong.

Sementara itu, wisata buatan yang selalu rutin digelar di Rupat Utara seperti Festival Pantai Rupat, Festival Mandi Safar dan International Moto Cross.

Pasca dihantam Pandemi Covid-19, daerah yang memiliki destinasi wisata kini harus berupaya lagi untuk membangkitkan perekonomian masyarakat. Termasuk Rupat Utara. Meski memiliki potensi yang besar, pariwisata  Rupat Utara masih membutuhkan banyak sentuhan dan perhatian serius pemerintah daerah.

Dosen Universitas Riau, Ahmad Nawawi mengatakan, Rupat Utara merupakan kawasan strategis pariwisata nasional sejak tahun 2011 lalu. Namun sayangnya, hingga saat ini perkembangan pariwisata relatif jalan di tempat.

“Selama hampir 11 tahun, tidak ada perkembangan  berarti bagi dunia pariwisata Rupat Utara. Ada sejumlah faktor penyebab, yang membuat pariwisata di Rupat Utara tidak berkembang. Diantaranya, jalan akses yang jauh dan rusak parah, serta belum tumbuhnya jiwa enterpreneur dari masyarakat. Maklumlah, dana bagi hasil dari pemerintah pusat besar untuk Bengkalis. Peran pemerintah daerah sangat dibutuhkan mulai dari promosi, pemenuhan kebutuhan infrastruktur dan regulasi,” ungkap Ahmad Nawawi.

Pemulihan sektor pariwisata, menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah saat ini. Perhatian khusus harus diberikan pada industri pariwisata dan ekonomi kreatif.  Tak dapat dipungkiri,  sektor pariwisata adalah yang paling parah dihantam Covid-19, bahkan  nyaris lumpuh.

Sekda Kabupaten Bengkalis, Bustami HY mengatakan, pengembangan pariwisata di Rupat Utara membutuhkan perhatian serius seluruh pihak mulai dari Pemkab Bengkalis, Pemprov Riau serta pihak investor. Pasalnya, bentangan pantai pasir putih sepanjang 17 kilometer masih sangat berpotensi untuk dikembangkan atau dikelola.

(Pertunjukan Tarian Zapin Api)

“Rupat Utara merupakan salah satu pulau terluar Indonesia, yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka. Pemerintah Kabupaten Bengkalis pada tahun ini sedang giat-giatnya melakukan pembangunan agar dunia pariwisata Rupat Utara bisa menggeliat. Selain infrastruktur jalan, kebutuhan air bersih dan listrik juga menjadi perhatian serius kami bersama dengan Pemerintah Provinsi Riau. Sayangnya Pandemi Covid-19 membuat anggaran pemerintah daerah terbatas sehingga membutuhkan lebih banyak investor untuk menanamkan modal di Bengkalis,” pungkas Bustami HY.

Kepala UPT Pariwisata Rupat Utara Dinas Pariwisata Kabupaten Bengkalis, Nora mengungkapkan, jumlah pengunjung Rupat Utara setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan. Biasanya, jumlah kunjungan ke Rupat Utara akan naik drastis ketika ada momen lebaran, Festival Mandi Safar dan Festifal Pulau Rupat.

“Sepanjang tahun 2022, ada ribuan pengunjung yang datang ke Rupat Utara. Bulan Januari ada sebanyak 3.822 orang, Februari sebanyak 5.625 orang, Maret 1.800 orang, April 1.300 orang, Mei 6.186 orang dan Juni ada sebanyak 724 orang pengunjung. Banyaknya jumlah pengunjung yang datang, tentunya memberikan pendapatan bagi masyarakat tempatan dan pemerintah daerah,” sebut Nora.

Dengan mulai normalnya aktivitas masyarakat seiring dengan bergeraknya roda perekonomian, membuat pelaku usaha di sektor pariwisata kembali bergairah. Salah seorang warga Tanjung Punak Kecamatan Rupat Utara, Reza mengaku, Rupat Utara memiliki banyak potensi pariwisata yang jika dikelola secara serius oleh pemerintah daerah maka akan menjadi pemasukan atau Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain itu, perbaikan dan pembangunan infrastruktur dasar harus lebih digesa pemerintah daerah.

“Mereka (wisatawan, red) yang pernah datang berkunjung ke Rupat Utara mengaku puas, karena bisa menikmati keindahan pesisir pantai. Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati aneka hidangan laut yang lezat. Destinasi yang paling digemari, diantaranya adalah Pulau Beting Aceh, Pantai Lapin dan Pantai Pesona. Hanya saja, jalan akses kesini butuh perhatian karena masih jauh dan memakan waktu,” beber Reza.

Pada bulan Maret lalu, Gubernur Riau – Syamsuar telah meluncurkan Kalender Event Pariwisata Riau 2022. Dimana, ada sebanyak 113 event pariwisata yang bisa dinikmati para wisatawan sepanjang tahun 2022 ini.

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau menyebutkan, dari 113 agenda pariwisata yang ada di Riau, 2 diantaranya akan di gelar di Pulau Rupat yakni kegiatan Festival Rupat dan Running 10 K. Events pariwisata ini diharapkan, mampu memberikan dampak positif terhadap ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan dengan prinsip berkelanjutan.

Tunggu apa lagi, mari berkunjung ke Rupat Utara, dan nikmati pesona keindahannya.**


    Nasional   Otomotif   Life Style
  Bisnis   Advertorial   Ruang Kosong
  Daerah   Galeri   Pariwisata
  Internasional   Sport   Hiburan
  Hukum   Pendidikan   Griya Interior
  Politik   Budaya   Kisah Inspiratif
    Kota Pekanbaru   Kabupaten Kampar   Kabupaten Rokan Hulu
  Kabupaten Indragiri Hulu   Kabupaten Kuantan Singingi   Kabupaten Rokan Hilir
  Kabupaten Indragiri Hilir   Kabupaten Meranti   Kabupaten Bengkalis
  Kota Dumai   Kabupaten Siak   Kabupaten Pelalawan
      Pemkab Bengkalis   DPRD Kabupaten Bengkalis