12 Rabiul Awwal 1443 H | Selasa, 19 Oktober 2021
OJK Riau Minta Warga Waspada Investasi Bodong Door to Door
pekanbaru | Rabu, 13 Oktober 2021
Editor : Rvp | Reporter : Brb

Iniriau.com, PEKANBARU - Besarnya keuntungan yang ditawarkan oleh para pelaku investasi bodong atau ilegal, membuat masyarakat sangat cepat tergiur untuk menyerahkan sejumlah uang bahkan mencapai angka ratusan juta rupiah. Masyarakat diminta untuk Waspada, karena tawaran investasi bodong kini mulai bergerak dari rumah ke rumah alias door to door.

Pandemi Covid-19 membuat sebagian masyarakat menyisihkan dana, untuk mulai terjun ke dunia investasi. Tak jarang dari mereka hanya ikut-ikutan semata (fear of missing out/fomo), namun akhirnya terjebak investasi bodong.

Jika selama ini tawaran investasi bodong banyak dilakukan melalui media sosial seperti Facebook, Instagram ataupun grup Whatsapp, namun kini tawaran investasi bodong malah mulai merambah dari rumah ke rumah alias door to door. Modus yang digunakan cukup banyak,  salah satunya tawaran investasi emas atau investasi kebun sawit dengan perjanjian bagi hasil setiap bulannya. 

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Riau, Muhammad Lutfi mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap tawaran investasi ilegal atau bodong, yang kini marak dilakukan secara door to door. Dalam melakukan investasi, ada dua kata kunci yang harus selalu diingat yakni 2L (legal dan logis) serta 2R (return dan risk).

"Saya merasa prihatin, terjangan ekonomi di tengah Pandemi Covid-19 ternyata dimanfaatkan oleh segelintir oknumu ntuk meraup keuntungan pribadi dan merugikan orang lain. Banyak modus yang dilancarkan, bahkan kini tawaran investasi bodong tidak hanya melalui media sosial namun juga sudah sampai ke rumah-rumah alias door to door. Ini cukup mengekuarkan,  Apalagi itu sudah terjadi di Pekanbaru. Masyarakat harus waspada, jangan tergiur tawaran muluk-muluk dengan  iming-iming keuntungan yang tinggi setiap bulannya. Yang namanya investasi, pasti ada resiko, gak mungkin untung terus,” ungkap Lutfi kepada Iniriau.com, Rabu (13/10).

Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Komunikasi dan Informasi RI pada tanggal 11 Oktober lalu, ada sebanyak 4 entitas investasi bodong dan 151 pinjaman online ilegal yang ditutup. Untuk mengetahui sebuah tawaran investasi termasuk ke dalam kategori legal atau ilegal, masyarakat bisa mengakses website resmi OJK di www.ojk.go.id ataupun di nomor whatsapp 081-157-157-157. **


    Nasional   Otomotif   Life Style
  Bisnis   Advertorial   Ruang Kosong
  Daerah   Galeri   Pariwisata
  Internasional   Sport   Hiburan
  Hukum   Pendidikan   Griya Interior
  Politik   Budaya   Kisah Inspiratif
    Kota Pekanbaru   Kabupaten Kampar   Kabupaten Rokan Hulu
  Kabupaten Indragiri Hulu   Kabupaten Kuantan Singingi   Kabupaten Rokan Hilir
  Kabupaten Indragiri Hilir   Kabupaten Meranti   Kabupaten Bengkalis
  Kota Dumai   Kabupaten Siak   Kabupaten Pelalawan
      Pemkab Bengkalis   DPRD Kabupaten Bengkalis