12 Rabiul Awwal 1443 H | Selasa, 19 Oktober 2021
ADI Riau Dikukuhkan, Ketum : Alumni Bisa Melanjutkan Kuliah di STDI Jakarta
pemprov | Sabtu, 9 Oktober 2021
Editor : Betty Ismail | Reporter : Rls

Pengukuhan ADI Riau, Dr. Nurdin Abdu Halim dipercaya sebagai ketua - ist

iniriau.com, PEKANBARU- Ketum Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Pusat, Dr. Adrisn Husaini, M.Si secara resmi mengukuhkan Akademi Dakwah Indonesia  (ADI) Riau, Sabtu (9/10) di Pekanbaru. Acara ini dihadiri dan disaksikan oleh Wawako Pekanbaru, Ayat Cahyadi, Ketua DDII Riau, H. Rustam Effendy, MA dan sejumlah pengurus, Ketua ADI Riau, Dr. Nurdin Abdul Halim,  pemuka masyarakat di lingkungan ADI dan para mahasiswa dan dosen.

Ketum DDII Pusat, Adrian Husaini dalam pidato pengukuhannya mengatakan keberadaan ADI Riau merupakan program DDII di bidang pendidikan dakwah Islam yang berafiliasi dengan Sekolah Tinggi Dakwah Islam (STDI) M. Natsir yang ada di Jakarta. Oleh sebab itu, para mahasiswa ADI yang sudah tamat nanti otomatis dapat melanjutkan ke STDI M. Natsir.

Adian Husaini selanjutnya mengemukakan sejak awal para mahasiswa harus meluruskan niat dalam menuntut ilmu dakwah di ADI jangan cari gelar.

"Saya sempat berbincang dengan Ketua APTISI Pusat beberapa waktu lalu, orientasi pendidikan tinggi di Indonesia kini sudah berubah. Para lulusan PT lebih mementingkan  sertifikasi dan  efisiensi dalam studi. Sekitar 48% PT menerapkan blended learning. Kegiatan perkuliahan lebih fokus secara daring. Seperti Universitas  Siber Indonesia yang dikelola Muhammadiya lebih menerapkan Massive Online Course (MOC)," kata Adian.

Dijelaskan, pada Era Disrupsi kini sebenarnya pola pendidikan pesantren seharusnya lebih  siap. Sebab lebih mengutamakan tiga aspek penting yakni Akhlak, Adab dan  Ibadah.

Ketua Bidang Pendidikan DDII Pusat, Bujang Habibie menambahkan, ADI Riau merupakan akademi yang ke-25 sebagai kelanjutan STID M. Natsir dalam melahirkan kader-kader dakwah Islamiyah. Direncanakan, dalam jangka panjang, setiap provinsi dan kabupaten/ kota di Indonesia harus memiliki ADI. ADI pertama berdiri di Sambas, Kalimantan pada tahun  2007.

Sementara Wawako Pelanbaru, Ayat Cahyadi dalam menyambut baik berdirinya ADI  Riau yang dapat menyiapkan kader-kader dakwah Islamiyah bagi masyarakat yang membutuhkannya.

Ayat menceritakan pengalamannya saat menyusuri kawasan pinggiran kota Pekanbaru dimana masih ditemukan masyarakat Islam yang masih terbatas fasilitas rumah ibadah dan aktivitas ibadahnya. Ayat saat ini juga menjadi Ketua SerikatTani Islam Infonesia (STII) Riau yang mrngembangkan bibit padi unggul Tri Sula dimana bisa panen dalam 75 hari.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DDII Riau, H. Rustam Effendy menyampaikan, keberadaan ADI Riau sebagai salah satu program DDII merupakan pelanjut cita-cita pendiri DDII, Dr. M. Natsir.

Di awal acara, Ketua ADI Riau, Dr. Nurdin Abdul Halim melaporkan, gedung tempat kegiatan ADI yang terletak di depan RS Ibnu Sina, Jl. Melati Pekanbaru merupakan bangunan yang selama ini dikelola oleh LAZNAS DDII. Untuk tahun pertama ini, ADI Riau menerima 10  mshasiswa yang berasal dari beberapa kabupaten di Riau dan Provinsi Jambi. **


    Nasional   Otomotif   Life Style
  Bisnis   Advertorial   Ruang Kosong
  Daerah   Galeri   Pariwisata
  Internasional   Sport   Hiburan
  Hukum   Pendidikan   Griya Interior
  Politik   Budaya   Kisah Inspiratif
    Kota Pekanbaru   Kabupaten Kampar   Kabupaten Rokan Hulu
  Kabupaten Indragiri Hulu   Kabupaten Kuantan Singingi   Kabupaten Rokan Hilir
  Kabupaten Indragiri Hilir   Kabupaten Meranti   Kabupaten Bengkalis
  Kota Dumai   Kabupaten Siak   Kabupaten Pelalawan
      Pemkab Bengkalis   DPRD Kabupaten Bengkalis