Imigrasi Integrasikan All Indonesia dengan Layanan Tiket Whoosh

Jumat, 16 Oktober 2026 | 22:41:00 WIB
Foto Humas Imigrasi Bengkalis

iniriau.com, JAKARTA – Penumpang internasional kini bisa mengakses pemesanan tiket kereta cepat Whoosh melalui platform All Indonesia setelah tiba di Indonesia. Layanan yang berlaku mulai 16 Oktober 2026 ini merupakan hasil kerja sama Direktorat Jenderal Imigrasi dengan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Kepala Imigrasi Bengkalis, Agnes Pramudya, menyampaikan informasi tersebut kepada media, Jumat (16/10/2026).

Melalui integrasi ini, penumpang yang telah mengisi deklarasi kedatangan di All Indonesia dapat langsung mengakses tautan pemesanan tiket Whoosh. Dengan demikian, perjalanan lanjutan menuju Bandung atau Karawang bisa direncanakan lebih mudah melalui ponsel.

Kerja sama tersebut diresmikan melalui penandatanganan perjanjian oleh Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko dan Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi di Marketing Gallery KCIC Halim, Jakarta Timur.

Hendarsam mengatakan, integrasi layanan ini merupakan upaya memberikan kemudahan kepada penumpang internasional, tidak hanya saat menjalani pemeriksaan keimigrasian, tetapi juga ketika melanjutkan perjalanan di dalam negeri.

“Setelah tiba di Indonesia, masyarakat juga harus semakin mudah melanjutkan perjalanan. Kolaborasi ini menghubungkan layanan kedatangan internasional dengan transportasi modern dalam satu akses yang lebih praktis,” kata Hendarsam.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan dapat memangkas kerumitan dalam mengakses layanan transportasi sekaligus meningkatkan kenyamanan perjalanan.

Hingga Juli 2026, Whoosh telah melayani lebih dari 16,9 juta perjalanan penumpang sejak beroperasi. Sementara itu, hingga Agustus 2026, tercatat 944.087 perjalanan penumpang warga negara asing menggunakan kereta cepat tersebut.

Adapun All Indonesia merupakan platform terintegrasi untuk mengisi deklarasi kedatangan yang mencakup layanan keimigrasian, bea cukai, kesehatan, dan karantina. Pengisian deklarasi dapat dilakukan sejak tiga hari sebelum kedatangan. Hingga Oktober 2026, platform ini telah digunakan oleh 29.119.141 penumpang internasional.

Selain mempermudah pemesanan tiket, kerja sama Imigrasi dan KCIC juga mencakup pertukaran data serta informasi penumpang untuk mendukung pengawasan keimigrasian. Pelaksanaannya tetap memperhatikan keamanan dan perlindungan data pribadi.

Hendarsam menegaskan, inovasi tersebut menjadi bagian dari komitmen Imigrasi untuk Rakyat, yakni menghadirkan pelayanan publik yang lebih sederhana dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Setiap inovasi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi membuat perjalanan menjadi lebih mudah, cepat, dan nyaman,” ujarnya.**

Tags

Terkini