Iniriau.com, DUMAI — Kondisi udara Kota Dumai yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendapat perhatian PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai. Perusahaan menyalurkan 1.000 masker KN95 kepada masyarakat untuk membantu mengurangi risiko paparan asap.
Pembagian masker dilakukan di Jalan Putri Tujuh, tepatnya di depan SPBU COCO Dumai, Rabu (7/10). Masker diberikan kepada warga yang melintas sebagai bentuk respons terhadap kondisi udara yang mulai mengganggu aktivitas masyarakat.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di tengah meningkatnya dampak asap karhutla.
“Pembagian masker ini menjadi upaya bersama untuk meminimalkan risiko dampak paparan asap karhutla yang kian terasa mengganggu. Kami juga mendorong masyarakat untuk disiplin menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah selama kondisi ini masih berlangsung,” ujar Muhammad Rum.
Berdasarkan pemantauan IQAir pada Rabu (7/10) pukul 07.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Kota Dumai berada di angka 102 dan masuk kategori tidak sehat.
Kondisi tersebut mendorong pentingnya langkah perlindungan bagi masyarakat, terutama mereka yang tetap beraktivitas di luar ruangan.
Kegiatan ini diinisiasi tim Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dengan melibatkan Agent of Change (AOC), BPBD dan DPD KNPI Kota Dumai. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam memitigasi dampak karhutla terhadap masyarakat.
Manager HSSE PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Syahrial Okzani, mengatakan perusahaan berkomitmen untuk terus hadir memberikan dukungan ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat.
“Kami berharap bantuan masker ini dapat membantu masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari, terutama ketika kondisi udara kurang baik akibat paparan asap,” kata Syahrial.
Kepala BPBD Kota Dumai Wahyu Wicaksono mengapresiasi langkah Pertamina dan kolaborasi berbagai pihak dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, pembagian masker merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat yang terdampak penurunan kualitas udara akibat karhutla.
“Kegiatan pembagian 1.000 masker kepada masyarakat hari ini merupakan bentuk nyata kolaborasi dalam upaya mitigasi dampak karhutla, khususnya memberikan perlindungan kepada masyarakat dari paparan asap dan penurunan kualitas udara,” ujar Wahyu.
Ia menambahkan, penanganan bencana membutuhkan sinergi berbagai unsur, mulai dari pemerintah, dunia usaha, organisasi kepemudaan, TNI/Polri, komunitas hingga masyarakat.
“Penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Kolaborasi sangat penting, mulai dari pencegahan dan mitigasi, kesiapsiagaan hingga penanganan dampak bencana,” pungkasnya.**