Bangkai Paus di Perairan Inhil Jalani Identifikasi Laboratorium

Senin, 28 September 2026 | 19:14:24 WIB
Bangkai paus di Inhil dikirim ke BRIN Jakarta (foto:KKP)

iniriau.com, PEKANBARU – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan jenis paus yang ditemukan terdampar dan mati di perairan Sungai Bahale, Desa Bente, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir.

Untuk mengungkap identitas mamalia laut tersebut, petugas telah mengambil sampel dari bangkai paus dan akan mengirimkannya ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta.

Penata Kelautan dan Perikanan KKP, Sefriyanto Permana, mengatakan identifikasi belum bisa dilakukan hanya berdasarkan dokumentasi foto maupun pengamatan di lapangan.

"Kami sudah mengambil sampel untuk diuji di BRIN. Hasilnya diperkirakan baru diketahui sekitar satu bulan ke depan," kata Sefriyanto, Senin (28/9/2026).

Menurutnya, proses identifikasi terkendala kondisi bangkai yang sudah membusuk saat ditemukan. Tubuh paus dalam posisi terbalik, membengkak, dan sulit diperiksa secara menyeluruh karena keterbatasan peralatan di lokasi.

Akibat kondisi tersebut, sejumlah ciri fisik penting yang biasanya digunakan untuk mengenali spesies paus tidak dapat diamati secara maksimal. Karena itu, pemeriksaan laboratorium menjadi langkah utama untuk memastikan jenis satwa laut yang terdampar tersebut.

Selain menentukan spesies, hasil analisis BRIN juga diharapkan dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi paus sebelum terdampar. Hingga kini, jenis kelamin maupun penyebab kematian mamalia laut itu masih belum diketahui.**

Tags

Terkini