iniriau.com, PEKANBARU – Kawasan pesisir Riau dinilai memiliki peluang besar menjadi motor penggerak ekonomi maritim nasional. Posisi strategis yang berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka menjadi keunggulan utama yang mampu mendorong pertumbuhan sektor perdagangan, industri, dan investasi.
Akademisi ekonomi Riau, Rineliana, mengatakan kekuatan ekonomi pesisir tidak hanya bertumpu pada kekayaan sumber daya alam, tetapi juga pada kemampuan daerah mengelola potensi tersebut menjadi nilai tambah yang berkelanjutan.
Menurutnya, sektor energi, perdagangan internasional, industri maritim, dan pendidikan harus berjalan beriringan agar mampu memperkuat daya saing kawasan pesisir, khususnya Kota Dumai yang selama ini menjadi salah satu pintu utama ekspor Riau.
“Dumai memiliki posisi strategis sebagai kota pelabuhan dan kawasan industri. Potensi ini dapat menjadi modal besar untuk berkembang sebagai gerbang maritim yang menghubungkan Riau dengan pasar ASEAN maupun global,” ujar Rineliana di Pekanbaru, Minggu (20/9/2026).
Ia menilai tingginya aktivitas ekspor melalui pelabuhan-pelabuhan di Dumai menunjukkan peran penting kota tersebut dalam menopang ekonomi daerah. Namun, tantangan ke depan bukan hanya meningkatkan volume perdagangan, melainkan juga memperkuat hilirisasi industri agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Rineliana mendorong pengembangan kawasan industri berbasis maritim, pemanfaatan energi bersih, teknologi pengolahan hasil laut, serta inovasi digital guna menciptakan lapangan kerja yang lebih berkualitas dan meningkatkan daya saing daerah.
“Masa depan ekonomi Riau pesisir tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya alam yang dimiliki, tetapi juga kemampuan mengubah potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi berbasis pengetahuan dan sumber daya manusia yang unggul,” katanya.
Ia menegaskan, sinergi antara sektor energi, perdagangan internasional, industri maritim, dan pendidikan menjadi kunci untuk mewujudkan kawasan pesisir Riau sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di masa depan.**