BMKG Prediksi Hujan Guyur Sejumlah Daerah di Riau, Pekanbaru Masuk Wilayah Waspada

Jumat, 18 September 2026 | 07:58:54 WIB
Ilustrasi hujan di Riau (foto: dok iniriau)

iniriau.com, PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memprakirakan hujan masih berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Riau pada Jumat (18/9/2026). Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang disertai petir dan angin kencang.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir Prayuna, mengatakan kondisi cuaca pada pagi hari didominasi udara kabur hingga berawan. Hujan ringan hingga sedang diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai.

"Memasuki siang hingga sore hari, potensi hujan meluas ke sejumlah daerah seperti Kepulauan Meranti, Bengkalis, Siak, Indragiri Hilir, Kampar, Rokan Hilir dan Rokan Hulu," kata Yasir, Jumat.

Menurutnya, pada malam hari hujan masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Riau. Kondisi tersebut diperkirakan berlanjut hingga dini hari, termasuk di wilayah Pekanbaru, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Siak, Bengkalis, Rokan Hilir, Dumai dan Kepulauan Meranti.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem. Wilayah Bengkalis, Siak, Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Dumai dan Pekanbaru berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir serta angin kencang pada pagi, sore, malam hingga dini hari.

"Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun pengguna transportasi darat dan laut," ujarnya.

BMKG mencatat suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara 50 sampai 99 persen. Sementara angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10-40 kilometer per jam.

Untuk kondisi perairan, tinggi gelombang laut di wilayah Riau diprakirakan berkisar 0,5 hingga 1,25 meter atau masuk kategori rendah. Meski demikian, nelayan dan pengguna transportasi laut tetap diminta memantau perkembangan cuaca sebelum berlayar.**

Tags

Terkini