iniriau.com, PEKANBARU – Kondisi udara kabur akibat asap masih mewarnai cuaca di sejumlah wilayah Provinsi Riau pada Rabu (16/9/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memperkirakan fenomena tersebut dapat berlangsung sejak pagi hingga malam hari dan berpotensi mengurangi jarak pandang.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy S, mengatakan masyarakat perlu mewaspadai kekaburan udara yang dipicu sebaran asap, terutama pada pagi hingga siang hari.
“Potensi udara kabur akibat asap masih terjadi di beberapa wilayah Riau. Kondisi ini dapat menyebabkan jarak pandang berkurang sehingga perlu diwaspadai, terutama bagi pengguna jalan dan aktivitas transportasi,” ujar Putri, Rabu.
Ia menjelaskan, cuaca di sebagian besar wilayah Riau diprakirakan berkisar dari udara kabur hingga berawan. Memasuki sore dan malam hari, kondisi langit cenderung cerah berawan, namun potensi asap masih tetap ada.
Sementara pada dini hari, hujan ringan diperkirakan berpeluang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis dan Kepulauan Meranti. Adanya hujan diharapkan dapat membantu mengurangi konsentrasi partikel asap di udara.
BMKG mencatat suhu udara di Riau berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara antara 50 sampai 97 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam.
Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang diprakirakan berkisar 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah. Kondisi tersebut dinilai masih relatif aman untuk aktivitas pelayaran dan nelayan.**