Tuanku Tambusai Maksimalkan Pendinginan Karhutla Pelalawan

Sabtu, 05 September 2026 | 20:56:00 WIB
Komandan Kodim 0313/Kampar Letkol Czi Satriady Prabowo meninjau pendinginan kebakaran lahan di Pelalawan (Sumber foto: Humas Kodam XIX TT.)

iniriau.com, PELALAWAN – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Koridor RAPP Km 8, Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, masih terus berlangsung. Tim gabungan yang dipimpin Kodim 0313/Kampar fokus melakukan pendinginan menyeluruh guna memastikan tidak ada lagi bara api yang tersisa di bawah permukaan lahan gambut.

Sabtu (5/9/2026), petugas masih menemukan kepulan asap tipis di sejumlah lokasi bekas kebakaran. Asap tersebut berasal dari tunggul kayu dan lapisan gambut yang masih menyimpan panas meskipun kobaran api di permukaan telah berhasil dikendalikan.

Komandan Kodim 0313/Kampar Letkol Czi Satriady Prabowo mengatakan proses pendinginan menjadi tahap penting dalam penanganan karhutla, terutama pada lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara dalam waktu lama.

“Api yang terlihat memang sudah padam, tetapi kami masih menemukan titik-titik yang mengeluarkan asap. Karena itu seluruh personel tetap melakukan pembasahan dan pemantauan agar tidak terjadi kebakaran susulan,” ujarnya.

Menurut Satriady, luas area yang telah berhasil diamankan mencapai sekitar 966 hektare. Saat ini tim gabungan menyisir lokasi terdampak untuk mendeteksi titik panas yang masih tersisa sekaligus memperkuat sekat-sekat pengendalian di sekitar area kebakaran.

Selain penyemprotan air, petugas juga memanfaatkan alat berat untuk membuat jalur penghalang guna mencegah api merambat ke kawasan lain. Pemantauan udara dilakukan menggunakan drone sehingga titik rawan yang sulit dijangkau dari darat dapat segera terdeteksi.

Dalam operasi tersebut, tim didukung puluhan unit peralatan pemadam, mulai dari mesin pompa air, ratusan gulung selang, nozel, drone hingga belasan excavator yang bekerja di sejumlah titik strategis.

Satriady mengakui kondisi cuaca panas, angin yang cukup kencang serta karakteristik lahan gambut kering masih menjadi tantangan utama di lapangan. Situasi itu membuat potensi munculnya kembali titik asap tetap harus diwaspadai.

“Kami tidak ingin lengah. Fokus kami sekarang memastikan seluruh area benar-benar aman dan tidak menyimpan bara yang sewaktu-waktu bisa memicu kebakaran baru,” tegasnya.

Ia menambahkan, penanganan karhutla dilakukan secara terpadu bersama Polri, BPBD, Basarnas, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemadam kebakaran serta perusahaan yang berada di sekitar lokasi. Tim akan terus melakukan pemantauan hingga kawasan terdampak dinyatakan bebas dari titik panas.**

Tags

Terkini