Orang Tua Siswa di Pekanbaru Tolak Sekolah Adakan Paket Baju Seragam

Senin, 24 Agustus 2026 | 15:47:45 WIB
Ilustrasi Smseragam sekolah (foto: Infopublik)

iniriau com, PEKANBARU — Sejumlah orang tua siswa di Pekanbaru meminta sekolah tidak lagi mengadakan paket pakaian seragam untuk peserta didik. Mereka menilai pembelian seragam melalui sekolah justru menambah beban biaya saat tahun ajaran baru.

Keluhan terutama muncul karena harga satu paket (lima stel) seragam disebut mencapai Rp1,6 juta hingga Rp1,8 juta. Bahkan, sejumlah orang tua mengaku harus menyiapkan dana mendekati Rp2 juta untuk kebutuhan tersebut.

Roni, bukan nama sebenarnya, mengatakan orang tua seharusnya diberikan kebebasan membeli sendiri, atau membeli bahan dan menjahit seragam sendiri. Dengan begitu, biaya dapat disesuaikan dengan kemampuan ekonomi masing-masing keluarga.

“Orang tua lebih memilih beli setagam sendiri atau jahit sendiri. Kita bisa memilih bahan dan menentukan biaya sesuai kemampuan. Kalau membeli melalui sekolah, biayanya bisa Rp1,6 juta sampai Rp1,8 juta. Ini cukup mahal,” ujarnya.

Menurut Roni, persoalan bukan semata-mata soal harga, tetapi juga mengenai kebijakan sekolah yang masih menyediakan paket seragam. Ia berharap Dinas Pendidikan memastikan tidak ada kewajiban maupun tekanan kepada orang tua untuk membeli seragam melalui sekolah.

“Kalau memang tidak wajib, jangan sampai orang tua merasa harus membeli dari sekolah. Sebaiknya pengadaan seragam sekolah dihentikan,” katanya.

Reni, orang tua siswa lainnya, mengaku membayar Rp1,6 juta untuk lima set pakaian seragam. Setelah pembayaran, ia diarahkan mendatangi penjahit yang telah ditentukan.

“Saya bayar Rp1,6 juta untuk lima set. Setelah itu diminta datang ke penjahit yang ditunjuk sekolah,” ujarnya.

Meski mengaku keberatan dengan besarnya biaya, Reni menilai sistem tersebut tetap memberikan kemudahan bagi orang tua yang tidak ingin mencari bahan dan penjahit sendiri.

Namun, bagi keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas, pengeluaran hingga jutaan rupiah untuk seragam dinilai cukup berat.

Dengan harga satu paket baju seragam Rp1, 7 juta, jika dibagi lima stel, maka harga satu stel baju adalah Rp340.000. Ini jelas harga yang sangat mahal.

Persoalan pengadaan seragam menjadi perhatian wali murid karena sebelumnya Pemprov Riau  menegaskan bahwa pembelian baju seragam tidak harus melalui sekolah.

Karena itu, orang tua meminta Dinas Pendidikan memberikan penjelasan tegas mengenai kebijakan pengadaan seragam pada tahun ajaran 2026/2027. Termasuk apakah sekolah diperbolehkan menawarkan paket seragam, menunjuk penjahit tertentu, maupun memungut pembayaran dari orang tua.

Kejelasan kebijakan tersebut dinilai penting agar tidak terjadi perbedaan praktik antar sekolah dan tidak muncul kembali keluhan mengenai pungutan maupun kewajiban membeli seragam.

Orang tua juga berharap sekolah cukup menyampaikan ketentuan model, warna dan atribut seragam, sementara pengadaan dan penjahitannya diserahkan kepada masing-masing keluarga.

Dengan demikian, orang tua memiliki pilihan untuk membeli seragam jadi, menjahit sendiri, atau memanfaatkan seragam milik anak sebelumnya yang masih layak digunakan.**

Tags

Terkini