Water Bombing Dikerahkan Padamkan Kebakaran Lahan di Kerumutan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:57:00 WIB
Ilustrasi kebakaran lahan (foto:freepik)

iniriau com, PEKANBARU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, masih terus berlangsung dan menimbulkan dampak terhadap kualitas udara di wilayah sekitar. Asap pekat dari lokasi kebakaran dilaporkan menyebabkan kondisi udara di Pangkalan Kerinci masuk kategori tidak sehat.

BPBD dan Damkar Provinsi Riau mencatat kebakaran tersebut telah berlangsung selama beberapa hari dengan estimasi luas lahan terdampak mencapai sekitar 20 hektare. Medan yang didominasi lahan gambut kering membuat proses pemadaman berjalan lebih sulit.

Kabid Kedaruratan BPBD dan Damkar Riau, Jim Gafur, mengatakan asap yang muncul dari lokasi kebakaran cukup tebal karena vegetasi di kawasan tersebut masih rapat dan didominasi pepohonan besar.

“Dampaknya terasa hingga Pangkalan Kerinci. Berdasarkan pemantauan, kualitas udara sempat berada pada level tidak sehat,” ujarnya, Kamis (20/8/2026).

Untuk menekan penyebaran api, tim gabungan terus melakukan pemadaman melalui jalur darat dan udara. Helikopter water bombing diterjunkan untuk membantu pendinginan area yang terbakar, sementara alat berat juga dikerahkan guna membuka akses menuju titik api.

Namun upaya tersebut masih terkendala minimnya sumber air di sekitar lokasi. Kondisi gambut yang kering juga membuat bara api mudah muncul kembali meski sebelumnya sempat dinyatakan padam.

Selain pemadaman langsung, Pemerintah Provinsi Riau turut mengandalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna meningkatkan peluang hujan di wilayah terdampak. Pelaksanaannya tetap menyesuaikan ketersediaan awan yang memenuhi syarat untuk dilakukan penyemaian.

Saat ini, petugas gabungan masih berjibaku di lapangan untuk mencegah kebakaran meluas sekaligus mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.**

Tags

Terkini