Seleksi SPMB SMP di Pekanbaru Tuai Keluhan, Siswa Berprestasi Tak Diterima

Ahad, 28 Juni 2026 | 19:11:44 WIB
Ilustrasi siswa gagal masuk SMP favorit (foto:by AI)

iniriau.com, Pekanbaru - Salah satu anak berprestasi merasa kecewa karena tidak diterima di sekolah favorit yang diinginkannya selama ini. Padahal untuk mencapai keinginan masuk di sekolah favorit itu, Putra (bukan nama sebenarnya, red.), ia sudah mempersiapkan diri dengan tekun belajar dan mengikuti sejumlah les tambahan di luar sekolah.

Terlebih lagi, Putra juga selalu meraih ranking teratas di sekolah dasar (SD) tempat ia menimba ilmu selama enam tahun terakhir tersebut. Namun, pelaksanaan SPMB tingkat SMP yang ditunggu-tunggu itu berakhir mengecewakan bagi Putra.

Putra yang mendaftar dari jalur prestasi, tereleminasi hanya karena ia tidak memiliki sertifikat juara umum, sebagai salah satu syarat untuk diterima di SMP yang diinginkannya selama ini. Orang tua putra pun hingga saat ini bingung dan tidak mengerti dengan pelaksanaan SPMB tersebut.

"Kalau juara umum semua yang diterima, lalu bagaimana dengan anak yang juara satu, dua dan tiga. Masa isinya anak juara umum semua? Heran dengan pelaksanaan SPMB tahun ini," kata orang tua Putra, dengan tutur nada kecewa, Minggu (28/6) di Pekanbaru.

Senada dengan kedua orang tuanya, Putra pun merasa apa yang diperjuangkannya selama ini disekolah menjadi hal yang sia-sia. Ia bahkan ikut les tambahan mata pelajaran di waktu senggangnya.

"Kecewa sekali sudah belajar bersusah payah, nggak diterima di SMP yang diinginkan selama ini. Bagus kemarin santai saja belajarnya, buang-buang waktu dan uang orang tua, percuma," kata Putra.

Mengingat singkatnya pelaksanaan SPMB tingkat SMP, Putra akhir mendaftar melalui jalur domisili, dan diterima di SMP negeri yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.**

Tags

Terkini