UiR Kukuhkan Dua Guru Besar Baru, Perkuat Inovasi Akademik dan Teknologi

Rabu, 03 Juni 2026 | 19:13:20 WIB
Pengukuhan dua Guru Besar UIR baru pada Rapat Terbuka Senat, Rabu (03/06/2026) - foto Humas UiR

iniriau.com, PEKANBARU – Universitas Islam Riau (UIR) kembali mencatatkan capaian penting dalam pengembangan dunia akademik dengan mengukuhkan dua Guru Besar baru pada Rapat Terbuka Senat, Rabu (03/06/2026), yang digelar di Auditorium Lantai IV Gedung Rektorat UIR.

Pengukuhan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 2041/M/KPT.KP/2026 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen, sekaligus menambah jumlah Guru Besar di lingkungan UIR menjadi 26 dan 27.

Dua akademisi yang resmi menyandang jabatan tertinggi dalam dunia akademik itu yakni Prof. Annisa Mardatillah, S.Sos., M.Si dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) yang dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Strategi dan Kebijakan Pemasaran Bisnis, serta Prof. Dr. Arbi Haza Nasution, B.IT (Hons), M.IT dari Fakultas Teknik yang dikukuhkan dalam bidang Kecerdasan Buatan.

Rektor UIR, Assoc. Prof. Dr. Admiral, S.H., M.H, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pencapaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengukuhan guru besar merupakan bukti komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas dosen serta memperkuat implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.

“UIR terus berupaya mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar semakin banyak lahir guru besar yang berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari LLDIKTI Wilayah XVII Riau-Kepulauan Riau yang diwakili Kepala Bagian Umum Sunarti, S.P., M.M. Ia menyampaikan ucapan selamat atas pengukuhan tersebut dan berharap para guru besar dapat menjadi inspirasi serta teladan di lingkungan akademik maupun masyarakat luas.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Annisa Mardatillah mengangkat tema rekonstruksi strategi pemasaran bisnis di tengah dinamika global melalui pendekatan kreativitas produk berbasis kearifan lokal serta transformasi digital. Ia menekankan bahwa integrasi nilai budaya lokal menjadi kekuatan penting dalam menciptakan keunggulan kompetitif di era modern.

Sementara itu, Prof. Arbi Haza Nasution menyampaikan orasi ilmiah mengenai pengembangan Large Language Model untuk kajian Al-Qur’an menuju kecerdasan buatan yang lebih amanah, inklusif, dan berbasis ilmu pengetahuan. Penelitiannya juga menyoroti pengembangan teknologi bahasa untuk mendukung bahasa-bahasa dengan sumber daya terbatas (low-resource language).

Acara pengukuhan turut dihadiri unsur pemerintah daerah, perwakilan LLDIKTI, civitas akademika, serta jajaran Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Riau. Kehadiran para tamu undangan tersebut menambah khidmatnya prosesi akademik di lingkungan UIR.**

Tags

Terkini