Bonus PON XXI Riau Mandek, Atlet dan Pelatih Datangi KONI hingga Dispora

Selasa, 02 Juni 2026 | 13:59:15 WIB
Pelatih senior Riau menemui Kadispora Riau Yurnalis Basri terkait penyelesaian sisa bonus PON, Selasa (2/6). Foto - Astrid

iniriau.com, Pekanbaru - Riau menjadi provinsi satu-satunya yang belum menuntaskan pembayaran bonus PON bagi insan olahraga yang berprestasi di perhelatan PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Ketidakpastian pembayaran bonus PON ini membuat para patriot olahraga Riau tersebut gerah. Mereka juga semakin meradang dengan pernyataan Kadispora Riau Yurnalis Basri beberapa waktu lalu yang mengatakan jika bonus PON bukan tanggung jawab Pemprov Riau.

"Jadi kita hari ini ke KONI Riau untuk kembali mempertanyakan kejelasan terkait pembayaran bonus PON yang tahap kedua. Kita juga menyayangkan juga pernyataan Kadispora Riau beberapa waktu lalu yang mengatakan jika bonus PON itu bukan tanggung jawab Pemprov Riau," kata pelatih senior senam Riau Ahmad Marcos, Selasa (2/6) di KONI Riau.

Marcos mengatakan, dua tahun lamanya permasalahan pembayaran bonus PON ini tidak tuntas. Ia dan teman-teman pelatihnya kembali mempertanyakan kapan bonus PON tahap kedua tersebut dibayarkan.

"Ini sudah dua tahun lamanya, dan Riau menjadi satu-satunya provinsi yang belum menyelesaikan pembayaran bonus PON ini. Malu kita dengan provinsi lainnya yang PAD nya jauh dibawah Riau, bisa membayarkan semua bonus PON kepada atlet dan pelatihnya," lanjut Marcos lagi

Rasa kecewa juga datang dari cabang olahraga anggar. Pelatih senior anggar Zulkifli juga kecewa, tidak hanya bonus PON yang belum dibayarkan tetapi juga uang pembinaan atlet selama tujuh bulan juga belum dibayarkan.

"Saya dan atlet-atlet anggar kecewa berat, bukan hanya masalah bonus PON saja tapi uang pembinaan yang sudah tujuh bulan. Ada apa ini? Perlu diingat kita akan menghadapi iven kejurnas dan tidak mungkin kita berangkat dengan dana mandiri," kata Zulkifli menambahkan.

Pelatih tinju senior Darman Hutauruk menggunakan tidak akan bisa menahan atlet-atletnya jika hengkang dari Riau.

"Kita ingatkan lagi, kami pelatih tidak bisa menahan atlet berprestasi yang sudah kita asuh selama ini, tiba-tiba hengkang dari Riau. Kalau atlet masih koordinasi dengan kita, masih bisa kita tahan. Namun, kalau mereka sudah minta pendapat orang tua mereka untuk pindah, ya tidak bisa ditahan," ujar Darman Hutauruk singkat.

Di KONI Riau, kedatangan para pelatih tersebut diterima oleh Wakil Ketua I KONI Khairul Fahmi dan Sekretaris Umum KONI Riau Edy Satria.

Sekretaris Umum KONI Edy Satria mengatakan harapan para pelatih dan atlet tadi sama dengan harapan para pengurus KONI. Namun, hingga saat ini belum ada penjelasan pasti dari Dispora Riau.

"Harapan kita tentu sama dengan para atlet dan pelatih. Kita sudah ajukan berapa nominal anggarannya. Hanya saja, belum ada informasi resmi dari Dispora Riau terkait pembayaran bonus PON ini. Usulan pembayaran bonus PON, saya rasa sudah sampai di BPKAD," kata Edy menjelaskan.

Usai mendapatkan jawaban dari para pengurus KONI, sejumlah pelatih beranjak pergi melanjutkan untuk bertemu Kadispora Riau Yurnalis Basri.

Di Dispora Riau, para insan olahraga diterima langsung oleh Kadispora Riau Yurnalis Basri. Mereka kembali mempertanyakan kepastian penyelesaian sisa bonus PON sebesar 55% tersebut.

"Kami datang kesini untuk mempertanyakan kapan pembayaran bonus PON ini bisa diselesaikan? Ini sudah dua tahun lamanya dan belum juga tuntas. Kita ingin dengarkan penjelasan langsung dari Pak Kadispora Riau," kata pelatih senior Angkat Berat Deriswan.

Kadispora Riau Yurnalis Basri menjelaskan untuk penyelesaian pembayaran bonus PON ini memang sudah dianggarkan oleh Pemprov Riau. Namun, masalah anggaran yang masih belum baik-baik saja masih menjadi kendala bagi pemerintah untuk membayarkan hak atlet dan pelatih.

"Saya apresiasi kedatangan teman-teman dari pengurus cabang olahraga ini. Saya jelaskan, jika kita, Dispora Riau tentu tidak bisa berdiri sendiri dalam menuntaskan masalah ini. Saya harus berkoordinasi dengan Sekdaprov Riau terlebih dahulu karena beliau yang lebih tahu soal ketersediaan anggaran," kata Yurnalis Basri di depan awak media di Pekanbaru.

Lalu, Kadispora Riau itu berjanji akan membahas masalah pembayaran bonus PON ini dengan Sekdaprov Riau Syahrial Abdi.

"Saya akan koordinasikan dan sampaikan keinginan teman-teman pelatih terlebih dulu dengan Sekdaprov Riau. Apapun hasilnya nanti, kita akan informasikan ke KONI dan teman-teman pelatih," ujar Yurnalis lagi.

Meskipun masalah bonus PON ini belum selesai, Kadispora juga berharap agar para atlet di Riau tetap terus berjuang membela negeri Bumi Lancang Kuning di berbagai iven olahraga daerah dan nasional.

"Saya berharap para atlet dan pelatih yang sudah dari awal berlatih dan membawa nama baik Riau diberbagai iven olahraga daerah, nasional, dan internasional, agar tetap berjuang membela Riau," pungkasnya mengakhiri penjelasannya.**

Tags

Terkini