iniriau.com, Pekanbaru - Bahan Bakar Minyak subsidi pertalite tiba-tiba menghilang di Pekanbaru Jumat (1/5), beberapa orang warga terpaksa pulang dengan tangan hampa, meski telah mendatangi empat SPBU.
Di dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Rawamangun dan di Jalan Kaharuddin Nasution, kendaraan roda empat dan roda dua mengular di sepanjang ruas jalan untuk mendapatkan pertalite. Tetapi tak mendapatkan apa yang mereka cari.
Beberapa pengendara sepeda motor juga kecewa. Mereka mengaku kesulitan mencari BBM subsidi tersebut meski sudah keliling ke beberapa SPBU.
Salah seorang warga yang tinggal di daerah kecamatan Tenayan Raya, Dekker mengatakan sudah tiga SPBU yang di datanginya, tetapi BBM pertalite yang dicarinya tidak ada.
"Sudah tiga SPBU yang saya datangi, BBM pertalite kosong. Ini baru ketemu di SPBU yang di Rawamangun," kata Dekker kepada iniriau.com
Pemandangan antrian kendaraan bermotor ini juga terjadi di SPBU Jalan Kaharuddin Nasution. Antrian kendaraan bahkan sampai ke bahu jalan, sehingga lalu lintas di depan SPBU tersebut sedikit macet.
"Memang lagi susah dapat pertalite, saya tadi sudah ke SPBU Pandau juga. Kosong," kata Iwan saat mengantri di SPBU itu.
Sementara itu, salah satu perguruan SPBU di Jalan Kaharuddin Nasution mengatakan, stok BBM yang ada saat ini tinggal jenis solar, pertamax dan pertamax turbo.
"Baru hari ini kosongnya, kemarin malam masih ada. Kami masih menunggu pasokan BBM pertalite di datangkan ke SPBU. Mudah-mudahan saja hari ini masuk pertalite nya, soalnya sudah hampir di semua SPBU, pertalite kosong," pungkasnya singkat.
Dari pantauan iniriau.com, BBM subsidi jenis pertalite masih pada harga Rp 10.000,- per liter. Tidak tau mengapa hari ini pertalite kosong di beberapa SPBU. Apakah karena bertepatan denan long weekend sehingga konsumsi pertalite meningkat, atau apakah akan terjadi kenaikan harga bbm subsidi ini?