DPRD Riau Bahas Pelaksanaan SPMB SMAN Plus dan SKO Bersama Dinas Pendidikan

Senin, 30 Maret 2026 | 17:32:00 WIB
Bahas SPMB di SMAN Plus Provinsi Riau, dan SMAN Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Riau, Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Parisman Ihwan ikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPRD Provinsi Riau bersama Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Senin (30/3/2026)

iniriau com, PEKANBARU – Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN Plus Provinsi Riau dan SMAN Sekolah Khusus Olahraga (SKO) menjadi perhatian serius DPRD Provinsi Riau. Hal ini mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPRD Riau bersama Dinas Pendidikan Provinsi Riau yang digelar di Ruang Rapat Komisi V, Senin (30/3/2026).

Rapat tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan, serta dipimpin Ketua Komisi V Indra Gunawan Eet. Turut mendampingi, Wakil Ketua Komisi V Abdul Kasim dan Sekretaris Komisi V Robin P Hutagalung, bersama sejumlah anggota dewan lainnya.

 

 

Dari pihak eksekutif, hadir Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Erisman Yahya, Kepala SMAN Plus Edi Sutono, serta Kepala SMAN SKO Aslim beserta jajaran.

Dalam forum tersebut, Komisi V meminta penjelasan menyeluruh terkait pelaksanaan SPMB tahun 2026 yang saat ini tengah berlangsung, terutama menyangkut mekanisme seleksi, kuota penerimaan, hingga pemerataan kesempatan bagi siswa di seluruh kabupaten/kota di Riau.

 

 

Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya, menjelaskan bahwa sistem penerimaan tahun ini masih menggunakan pola penjaringan berlapis. Untuk SMAN Plus, kuota ditetapkan sekitar 200 siswa dengan standar nilai rata-rata minimal di kisaran 87. 

Selain itu, terdapat skema perwakilan daerah, di mana setiap kabupaten/kota mendapatkan peluang pengiriman siswa, ditambah tahapan seleksi psikotes sebagai bagian dari penilaian.

 

 

“Seleksi dilakukan secara bertahap, mulai dari administrasi, akademik hingga psikotes, guna menjaring siswa dengan kemampuan terbaik sekaligus kesiapan mental,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN Plus, Edi Sutono, memaparkan tingginya antusiasme masyarakat. Tahun ini, jumlah pendaftar mencapai sekitar 1.473 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 400 peserta berhasil melewati seleksi akademik, sebelum akhirnya disaring kembali menjadi 200 siswa yang diterima.

 

 

Di sisi lain, SMAN SKO juga mencatat minat yang tidak kalah besar. Kepala SMAN SKO, Aslim, menyebutkan total pendaftar mencapai 438 orang. Setelah seleksi administrasi, sebanyak 252 peserta dinyatakan lolos dan berhak mengikuti tahap lanjutan.

Dari jumlah tersebut, 130 siswa akan menempati asrama, sementara 122 lainnya menjalani pembinaan dari luar asrama. Menanggapi paparan tersebut, Komisi V DPRD Riau menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam seluruh tahapan seleksi. DPRD menilai, tingginya minat masyarakat harus diimbangi dengan sistem yang terbuka, agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah publik.

 

 

Selain itu, dewan juga mendorong pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan untuk menyiapkan solusi alternatif bagi siswa maupun calon atlet yang tidak lolos seleksi, mengingat potensi mereka tetap perlu mendapat ruang pengembangan.

 

 

Tak hanya soal seleksi, pengelolaan asrama dan pola pembinaan atlet di SMAN SKO juga menjadi sorotan. Komisi V meminta adanya kejelasan standar fasilitas, sistem pembinaan, serta keberlanjutan prestasi siswa, agar sekolah tersebut benar-benar mampu melahirkan atlet berprestasi dari Riau.

 

 

RDP ini diharapkan menjadi momentum evaluasi sekaligus perbaikan sistem SPMB ke depan, sehingga proses penerimaan di sekolah unggulan daerah dapat berjalan lebih adil, profesional, dan berorientasi pada kualitas.**(Galeri)

Tags

Terkini