iniriau.com, PEKANBARU – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Regional Office Pekanbaru menginisiasi turnamen sepak bola usia dini bertajuk BRI Youth Champions League U-14 yang digelar di Lapangan Tiga Naga Training Ground, Jalan Kutilang Sakti, Pekanbaru, Sabtu (18/4/2025).
Ajang ini diikuti enam tim yang masing-masing diperkuat enam hingga tujuh pemain. Para peserta dibagi ke dalam dua grup, dengan sistem setengah kompetisi. Dua tim terbaik dari tiap grup—juara dan runner-up—akan melaju ke fase gugur untuk memperebutkan satu tiket sebagai juara regional.
Tim terbaik dari Pekanbaru nantinya akan melanjutkan perjuangan ke tingkat berikutnya di Jakarta. Secara nasional, BRI akan menjaring empat tim terbaik dari total 18 regional untuk bertanding di babak puncak sekaligus mengikuti program pelatihan khusus.
Regional Funding Transaction Head Region 2 Pekanbaru, Tommy Salasahu, bersama Branch Office Head Pekanbaru Sudirman, Faisal, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pengembangan generasi muda, khususnya di bidang olahraga.
“Melalui BRI Youth Champions League, kami ingin menunjukkan bahwa BRI hadir tidak hanya sebagai institusi keuangan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membina potensi anak muda, terutama di dunia sepak bola,” ujar Tommy.
Ia menambahkan, kompetisi ini diharapkan mampu menjadi wadah lahirnya pemain-pemain muda berbakat dari Riau yang berpeluang tampil di level nasional hingga internasional.
Program ini digelar serentak di seluruh regional BRI di Indonesia. Menariknya, para peserta yang lolos ke tahap nasional juga akan mendapatkan pembinaan langsung dari pelatih asal Barcelona.
Tak hanya itu, satu pemain terbaik dari ajang ini akan mendapatkan kesempatan istimewa untuk berangkat ke Barcelona bersama orang tua atau wali sebagai bentuk apresiasi atas prestasinya.
Menurut Tommy, langkah ini menjadi bagian dari kontribusi berkelanjutan BRI dalam memajukan sepak bola Indonesia. Selain melalui dukungan terhadap kompetisi profesional, BRI juga fokus pada pembinaan usia dini sebagai fondasi utama.
“Ke depan, kami membuka peluang kolaborasi lebih luas, termasuk dengan klub-klub Eropa, agar pembinaan talenta muda Indonesia semakin berkembang,” tutupnya.**