iniriau com, PEKANBARU – Meski laporan terbaru menunjukkan nihilnya titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Provinsi Riau tetap mengintensifkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah antisipasi dini.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Damkar Riau, Edy Afrizal, menegaskan bahwa OMC tidak semata dilakukan saat terjadi kebakaran, melainkan juga berfungsi menjaga kondisi lahan agar tetap lembap. Upaya ini dinilai penting untuk menekan potensi munculnya titik api baru, terutama di wilayah rawan karhutla.
“Walaupun saat ini tidak ada titik api, OMC tetap kita jalankan. Tujuannya menjaga kelembapan lahan agar tidak mudah terbakar,” ujar Edy, Jumat (17/4/2026).
Dalam pelaksanaannya, sejumlah armada udara dikerahkan. Pesawat Cessna C208 milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan registrasi PK-JVH telah menyemai sekitar 1.000 kilogram garam (NaCl) dalam satu kali operasi. Secara kumulatif, pesawat tersebut sudah menjalankan 43 sorti penerbangan dengan total durasi 103 jam 32 menit, serta menebarkan 43.000 kilogram garam.
Selain itu, pesawat THRUSH S2R-T34 registrasi PK-KHH juga turut dioperasikan dengan total 2.000 kilogram garam yang telah disemai. Hingga kini, pesawat tersebut mencatat 10 sorti penerbangan dengan waktu terbang 23 jam 2 menit dan total garam yang ditebar mencapai 10.000 kilogram.
Tak hanya itu, pesawat Casa 212-200 milik Kementerian Kehutanan dengan registrasi A-2107 juga dilibatkan dalam operasi serupa. Sebanyak 1.600 kilogram garam telah disemai untuk mendukung pembentukan hujan buatan di sejumlah wilayah.
Edy menambahkan, stok garam yang tersedia saat ini masih sekitar 2.000 kilogram NaCl dan akan terus dioptimalkan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Harapannya, melalui OMC ini kondisi lahan tetap basah sehingga risiko kebakaran dapat dicegah sejak dini,” jelasnya.
Di sisi lain, patroli udara menggunakan helikopter juga terus dilakukan guna memantau kondisi wilayah secara berkala dan memastikan tidak ada potensi karhutla yang luput dari pengawasan.**