iniriau.com, SIAK – Sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat kembali terlihat dalam pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di Kampung Muara Kelantan, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak. Proyek ini menjadi jawaban atas kondisi jembatan sebelumnya yang rusak parah dan membahayakan pengguna.
Sebelum direnovasi, jembatan tersebut mengalami kerusakan serius. Material kayu yang sudah rapuh serta struktur yang tidak lagi kokoh membuat warga harus ekstra hati-hati saat melintas. Meski berisiko, jembatan itu tetap digunakan karena menjadi satu-satunya akses penghubung penting di wilayah tersebut.
Melalui inisiatif Polres Siak, Kapolsek Sungai Mandau bersama tim gabungan yang terdiri dari personel Satgas Jembatan Merah Putih Presisi, BKO Brimob, Tim 1011, serta masyarakat setempat turun langsung melakukan pengerjaan di lapangan.
Pada tahap kedua ini, pembangunan difokuskan pada dua jalur vital.
Pertama, akses menuju kilang padi yang berperan penting dalam menunjang aktivitas ekonomi warga. Kedua, jalur penghubung menuju SDN 009 Muara Kelantan yang setiap hari dilalui pelajar, meski sebelumnya dalam kondisi tidak layak.
Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini bukan hanya soal infrastruktur, melainkan juga bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.
“Pembangunan ini adalah bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan warga, terutama anak-anak sekolah, bisa beraktivitas dengan aman tanpa dihantui rasa takut,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Proses pembangunan berlangsung dengan semangat kebersamaan. Personel kepolisian tampak bahu-membahu bersama warga, mulai dari proses pengelasan, pemotongan material, hingga pengecatan.
Kini, jembatan yang sebelumnya berbahan kayu telah digantikan dengan konstruksi besi yang lebih kuat, menggunakan material seperti besi UNP 80 dan besi beton. Selain itu, pengecatan dengan warna merah putih menjadi simbol semangat kebangsaan sekaligus identitas jembatan tersebut.
Keberadaan jembatan baru ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, baik untuk kegiatan pendidikan maupun ekonomi. Tak hanya itu, kolaborasi ini juga memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan bersama.**