Kolaborasi Lintas Sektor Jinakkan Karhutla di Kawasan Gambut Teluk Meranti

Sabtu, 04 April 2026 | 19:57:08 WIB
Karoops Polda Riau Ino Harianto bersama Bupati Pelalawan Zukri meninjau lokasi karhutla di Teluk Meranti, Pelalawan, Sabtu (4/4/2026). Foto: Humas Polda Riau

iniriau.com, Pelalawan – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Sabtu (4/4/2026). Titik api terdeteksi di Desa Gambut Mutiara dan langsung direspons cepat oleh tim gabungan yang turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
Menariknya, titik api tersebut tidak terpantau dalam sistem Dashboard Lancang Kuning (DLK). 

Meski begitu, petugas di lapangan tetap mengandalkan patroli darat dan laporan langsung untuk memastikan penanganan segera dilakukan. Karoops Polda Riau, Ino Harianto, menegaskan bahwa penanggulangan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan teknologi, melainkan juga kerja sama lintas sektor di lapangan.

“Begitu titik api ditemukan, tim langsung bergerak melakukan pemadaman dan pendinginan. Koordinasi dengan seluruh stakeholder menjadi kunci utama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kebakaran terjadi di lahan gambut dengan luas sekitar 10 hektare. Kondisi vegetasi yang kering, ditambah cuaca panas dan angin cukup kencang, membuat api cepat menyebar.

Selain itu, akses lokasi yang sulit serta minimnya sumber air menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Meski demikian, upaya maksimal yang dilakukan tim gabungan berhasil mengendalikan api. Saat ini, proses pendinginan masih terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Bupati Pelalawan, Zukri, turut hadir di lokasi dan menyampaikan apresiasi atas respons cepat seluruh personel yang terlibat. “Ini bukti bahwa penanganan karhutla harus dilakukan secara bersama-sama, termasuk melibatkan masyarakat di sekitar wilayah rawan,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Pelalawan, John Louis Letedara, memastikan kondisi api telah padam, meski masih terdapat sisa asap di beberapa titik. “Pendinginan terus kami lakukan. Untuk penyebab kebakaran, saat ini masih dalam proses penyelidikan,” jelasnya.

Sebanyak 160 personel gabungan dikerahkan dalam operasi ini, melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pihak perusahaan, hingga Masyarakat Peduli Api. Kepolisian menegaskan akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi potensi karhutla, terutama di kawasan gambut yang rawan terbakar seperti di Teluk Meranti.**

Tags

Terkini