Kebakaran Lahan Riau Digempur dari Udara, 3 Heli dan OMC Dikerahkan

Kamis, 02 April 2026 | 12:18:05 WIB
Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan dengan melakukan OMC (foto:Jri)

iniriau.com, PEKANBARU – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus diperkuat dengan pengerahan armada udara dan teknologi modifikasi cuaca. Sejumlah wilayah terdampak seperti Pelalawan, Dumai, Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), hingga Bengkalis menjadi fokus penanganan terpadu.

Sebanyak tiga unit helikopter dikerahkan untuk mendukung pemadaman dari udara, khususnya di lokasi yang sulit dijangkau oleh tim darat. Selain itu, satu unit pesawat juga dioperasikan dalam kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna memicu hujan buatan.
Kepala BPBD dan Damkar Provinsi Riau melalui Kabid Kedaruratan, Jim Gafur, menyampaikan bahwa penanganan karhutla dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai unsur.

“Pemadaman dilakukan secara terpadu, baik melalui jalur darat maupun udara, agar api tidak meluas dan segera bisa dikendalikan,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Ia menjelaskan, dua helikopter patroli milik BNPB telah melaksanakan 21 kali penerbangan (sortie), sementara helikopter dari Kementerian Kehutanan melakukan 9 sortie. Selain itu, satu helikopter water bombing milik BNPB turut diterjunkan dengan total 13 sortie dan telah menjatuhkan sekitar 3,19 juta liter air melalui 710 kali penyiraman di titik-titik api.

Sementara itu, kegiatan OMC juga terus berjalan. Pesawat milik BNPB tercatat telah melakukan 9 sortie penyemaian awan dengan menaburkan sekitar 9.000 kilogram garam (NaCl) untuk meningkatkan potensi hujan di wilayah terdampak.

“Baik tim darat maupun udara terus bekerja maksimal, termasuk melalui penyemaian garam pada awan yang berpotensi hujan,” tambahnya.

Berdasarkan data BPBD Riau, sejumlah daerah seperti Pelalawan, Dumai, Inhu, dan Inhil saat ini dilaporkan telah berhasil dipadamkan. Namun, upaya pemantauan dan pendinginan tetap dilakukan untuk mencegah kebakaran kembali terjadi. Secara kumulatif, luas lahan yang terbakar dan berhasil ditangani sepanjang periode 1 Januari hingga 31 Maret 2026 mencapai 3.022,88 hektare.**

Tags

Terkini