Kebakaran Gambut Bengkalis Tak Terkendali, Warga Desak Alat Berat

Kamis, 02 April 2026 | 10:46:00 WIB
Masyarakat Desa Teluk Lancar dan aparat berjibaku memadamkan api yang membakar lahan kebun masyarakat di desa tersebut. (Foto-Sarifah Aini)

iniriau.com, BENGKALIS – Kebakaran lahan perkebunan milik warga di Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, kian meluas dan telah menghanguskan belasan hektare area kebun. Hingga hari ketujuh, upaya pemadaman masih terus dilakukan oleh tim gabungan bersama masyarakat.

Personel dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran, serta relawan Masyarakat Peduli Bencana masih berjibaku di lapangan. Namun, api belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Kondisi ini diperparah oleh karakteristik lahan yang berupa gambut kering akibat minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Api pun terus muncul kembali meski sempat dipadamkan.

Seorang warga Teluk Lancar, Aini, mengungkapkan kekhawatiran masyarakat karena kobaran api kini sudah mendekati kawasan permukiman. Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah tambahan untuk mengendalikan kebakaran.
Menurutnya, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menurunkan alat berat guna membuat sekat atau parit pembatas agar api tidak semakin meluas.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan semua pihak yang sudah turun ke lapangan. Tapi kami juga berharap ada tambahan alat berat untuk membuat parit supaya api bisa dibatasi,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Sementara itu, Kapolsek Bantan, Iptu Iskandar, mengakui proses pemadaman masih menghadapi berbagai kendala, terutama karena kondisi cuaca yang kering.
Ia menyebutkan, prioritas tim saat ini adalah memadamkan api yang bergerak menuju permukiman warga guna mencegah dampak yang lebih besar.

“Kami fokus terlebih dahulu pada titik api yang mengarah ke perkampungan agar tidak merambat ke rumah warga,” jelasnya saat dikonfirmasi melalui telepon.

Terkait permintaan alat berat, Iskandar mengaku belum menerima laporan resmi dari masyarakat. Meski begitu, pihaknya siap membantu mengoordinasikan jika usulan tersebut disampaikan.

“Kalau memang ada permintaan, silakan disampaikan. Nanti akan kita koordinasikan dengan instansi terkait,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan, lamanya musim kering membuat proses pemadaman semakin sulit. Bahkan, area yang sebelumnya telah dipadamkan kerap kembali memunculkan titik api baru. “Di wilayah lain sudah turun hujan, tapi di Teluk Lancar belum. Jadi api mudah muncul kembali,” pungkasnya.

Di sisi lain, Kepala BPBD Kabupaten Bengkalis, Salman, belum memberikan tanggapan saat dihubungi. Pesan yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp belum mendapat balasan, sementara panggilan telepon juga tidak aktif.**

Tags

Terkini