BMKG Catat 224 Hotspot di Riau, Risiko Karhutla Masih Tinggi

Jumat, 27 Maret 2026 | 10:39:46 WIB
Ilustrasi karhutla (foto: freepik)

iniriau com, PEKANBARU – Jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Riau terpantau menurun pada Jumat (27/3/2026). Berdasarkan data BMKG, tercatat sebanyak 224 hotspot di Riau dari total 492 titik yang terdeteksi di Pulau Sumatera. Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Indah DN, mengatakan penurunan ini cukup signifikan dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 335 titik. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Memang terjadi penurunan jumlah hotspot hari ini, tetapi potensi karhutla masih cukup tinggi dan harus tetap diwaspadai,” ujar Indah.
Ia menjelaskan, dari total 224 hotspot di Riau, terdapat 11 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi yang mengindikasikan adanya kebakaran. Sementara itu, 209 titik berada pada tingkat kepercayaan sedang dan 4 titik lainnya tergolong rendah..

“Sebaran hotspot masih didominasi di wilayah Bengkalis dan Pelalawan. Ini perlu menjadi perhatian serius karena berpotensi memicu karhutla lebih luas,” jelasnya.

Secara rinci, Bengkalis mencatat jumlah terbanyak dengan 104 titik, disusul Pelalawan 68 titik. Kemudian Rokan Hilir 17 titik, Indragiri Hilir 16 titik, Kota Dumai 12 titik, Siak 4 titik, Kepulauan Meranti 2 titik, serta Indragiri Hulu 1 titik.

Indah juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih mendukung terjadinya kebakaran.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Jika menemukan indikasi kebakaran, segera laporkan agar bisa ditangani lebih cepat,” tegasnya. Pemantauan hotspot, lanjutnya, terus dilakukan secara intensif menggunakan satelit guna mendeteksi potensi kebakaran sejak dini serta meminimalisir dampak yang lebih luas.**

Tags

Terkini