iniriau.com, PEKANBARU – Jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Riau kembali menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru pada Kamis (26/3/2026) pagi, terdeteksi sebanyak 335 hotspot di Riau dari total 665 titik panas di wilayah Sumatera.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati, menyampaikan bahwa Riau masih menjadi daerah dengan jumlah hotspot tertinggi di Pulau Sumatera. “Total hotspot di Sumatera mencapai 665 titik, dan Riau mendominasi dengan 335 titik,” ujarnya.
Sebaran titik panas di Riau paling banyak ditemukan di Kabupaten Bengkalis dengan 159 titik, disusul Kabupaten Pelalawan sebanyak 93 titik. Selain itu, hotspot juga terpantau di Rokan Hilir 43 titik, Kota Dumai 21 titik, Indragiri Hilir 12 titik, Siak 4 titik, serta Indragiri Hulu 3 titik.
Jumlah ini meningkat dibandingkan sehari sebelumnya, Rabu (25/3/2026), yang tercatat sebanyak 302 titik. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di daerah rawan. Apalagi, suhu udara di wilayah Riau pada hari ini diperkirakan dapat mencapai 34 derajat Celcius.
Dari hasil pemantauan citra satelit BMKG, dari total 335 hotspot di Riau, sebanyak 28 titik berada pada tingkat kepercayaan tinggi yang mengindikasikan potensi kebakaran. Sementara itu, 74 titik berada pada level sedang dan 33 titik pada level rendah.
BMKG pun mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama saat kondisi cuaca panas dan kering yang dapat mempercepat penyebaran api.**