iniriau.com, Pekanbaru – Ancaman kebakaran lahan di Kota Pekanbaru masih perlu diwaspadai masyarakat. Cuaca panas yang terjadi pada siang hari dinilai masih berpotensi memicu munculnya titik api di sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru mencatat sejak awal Januari hingga pertengahan Maret 2026 telah menangani 49 kejadian kebakaran lahan. Dari peristiwa tersebut, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 29,9 hektare.
Meski demikian, kondisi kebakaran lahan saat ini dilaporkan sudah terkendali. Hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur Pekanbaru pada akhir pekan lalu turut membantu proses pemadaman di beberapa titik yang sebelumnya terbakar. Selama dua hari terakhir, tim BPBD turun langsung ke lapangan untuk memadamkan api di tujuh lokasi kebakaran lahan. Upaya pemadaman juga terbantu oleh curah hujan yang turun di wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekanbaru, Iwa Gemino, mengatakan pihaknya tetap melakukan pemantauan meskipun kondisi saat ini relatif aman. “Untuk saat ini kondisi terpantau kondusif karena ada hujan, tapi tetap kita monitor,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan, kebakaran lahan di Pekanbaru mulai terjadi sejak awal tahun dan dipicu oleh kondisi cuaca panas yang melanda wilayah tersebut. Bahkan, jumlah kejadian kebakaran mengalami peningkatan selama bulan Maret.
Dari total kasus yang tercatat, sebanyak 31 kejadian kebakaran lahan terjadi sepanjang bulan ini. BPBD pun mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran yang lebih luas, terutama saat kondisi cuaca panas masih terjadi.**