iniriau.com, Pekanbaru – Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru Tekad Abidin meminta agar Pertamina bisa mengatasi fenomena antrian BBM yang terjadi beberapa hari belakangan ini. Tekad juga meminta agar trend panic buying juga jangan sampai terjadi di Pekanbaru.
Ia mengatakan, hingga saat ini stok BBM untuk kota Pekanbaru masih tersedia, dan meminta agar warga kota Pekanbaru tidak panik.
"Dari info yang saya peroleh dari Pertamina, stok BBM untuk kota masih cukup, jadi saya minta jangan ada yang panik sehingga berniat memborong BBM," kata Tekad saat dikonfirmasi, Sabtu (7/3) di Pekanbaru.
Meskipun begitu, Tekad menganggap antrian panjang kendaraan di SPBU bukan hal sepele. Menurutnya, antrian panjang di SPBU sudah terjadi pada akhir tahun lalu, dan belum ada tindakan serius dari Pertamina untuk solusinya.
“Ini bukan pemandangan baru, antrian di SPBU sudah terjadi sejak akhir tahun lalu. Pertamina tidak ada tindakan serius untuk mengatasi masalah ini. Saya harap Pertamina bisa lebih serius, kita daerah penghasil minyak, masa kekurangan BBM," lanjut Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru itu melanjutkan penjelasannya.
Ia menambahkan, antrian panjang di SPBU sudah tidak wajar dan kondisi ini tidak berkaitan langsung dengan konflik di Timur Tengah.
“Antrean panjang berjam-jam itu sudah tidak wajar dan jangan dianggap normal. Hal ini sudah terjadi sebelum konflik Timur Tengah terjadi," pungkas Tekad menutup penjelasannya.
Sejak konflik Iran - Amerika Serikat dan Israel pecah, harga minyak dunia sempat terkoreksi di angka USD 80 per barrelnya. Terlebih ketika Iran mengultimatum akan menutup selat Hormuz, sebagai jalur utama distribusi minyak ke sejumlah negara di dunia.
Lalu, pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menyatakan stok BBM nasional masih cukup untuk 20 hari kedepan, juga memicu rasa khawatir di masyarakat.
“Masih cukup 20 hari,” kata Bahlil, Senin (2/3) lalu.**