PKH Riau Tingkatkan Kewaspadaan, Antisipasi Ancaman Virus Nipah

Selasa, 03 Maret 2026 | 11:10:36 WIB
Ilustrasi virus nipah by istock

iniriau.com, Pekanbaru – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau memperketat langkah pencegahan menyusul terbitnya surat edaran Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan terkait peningkatan kesiapsiagaan terhadap risiko penyebaran Virus Nipah.

Kepala Dinas PKH Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengatakan jajarannya langsung melakukan konsolidasi internal untuk memastikan seluruh sistem pengawasan berjalan optimal. Rapat tersebut melibatkan seluruh bidang teknis, mulai dari Kesehatan Masyarakat Veteriner, Kesehatan Hewan, Produksi dan Agribisnis Peternakan, hingga UPT Laboratorium Veteriner dan Klinik Hewan.

“Kami tidak ingin kecolongan. Penguatan pengawasan dan deteksi dini harus dilakukan sejak sekarang, terutama pada lalu lintas ternak dan produk hewan,” ujar Mimi, Senin (2/3/2026).

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis, yakni penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Virus ini pertama kali diidentifikasi di Malaysia pada 1998 dan umumnya ditularkan melalui kelelawar buah (flying fox) yang menjadi inang alaminya.

Penularan juga dapat terjadi melalui babi atau hewan lain yang terpapar, serta kontak langsung dengan cairan tubuh penderita.
Pada manusia, infeksi Virus Nipah dapat menimbulkan gejala seperti demam, sakit kepala, gangguan pernapasan, hingga radang otak (ensefalitis). Tingkat kematian akibat virus ini tergolong tinggi, sehingga kewaspadaan dini menjadi langkah penting dalam pencegahan.

Mimi menjelaskan, pihaknya telah memetakan sejumlah titik rawan yang berpotensi menjadi jalur masuk penyakit, terutama dari pergerakan ternak antarwilayah. Pengawasan di pintu pemasukan diperketat, termasuk pemeriksaan dokumen dan kondisi kesehatan hewan.

Selain itu, kapasitas laboratorium veteriner juga diperkuat guna mendukung proses identifikasi secara cepat apabila ditemukan indikasi penyakit mencurigakan di lapangan.

“Mitigasi menjadi prioritas. Kami memastikan sistem laboratorium siap, dan koordinasi lintas sektor terus diperkuat melalui pendekatan One Health karena ini menyangkut kesehatan hewan dan manusia,” jelasnya.

PKH Riau turut mengimbau peternak agar meningkatkan biosekuriti kandang, membatasi kontak ternak dengan satwa liar, serta segera melaporkan jika menemukan gejala tidak biasa pada hewan.

“Peran peternak sangat penting dalam sistem kewaspadaan dini. Jika ada tanda-tanda mencurigakan, segera hubungi petugas agar bisa ditindaklanjuti,” tegas Mimi.

Dengan langkah antisipatif tersebut, Pemprov Riau berharap potensi penyebaran Virus Nipah dapat dicegah sejak dini sehingga kesehatan hewan dan masyarakat tetap terjaga.**

Tags

Terkini