PT BSP Gelar Fire Fighting Competition, Perkuat Budaya K3 di Lingkungan Kerja

Senin, 09 Februari 2026 | 14:02:40 WIB
PT BSP menggelar Fire Fighting Competition di Lapangan Zamrud (foto:dok Humas PT BSP)

iniriau.com, Siak – Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tahun 2026, PT Bumi Siak Pusako (BSP) menggelar Fire Fighting Competition di Lapangan Zamrud, Sabtu (7/2/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya perusahaan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, khususnya kebakaran.

Fire Fighting Competition merupakan bagian dari rangkaian Bulan K3 PT BSP yang juga diisi dengan berbagai kegiatan. Seperti donor darah, workshop Health Promotion Program, lomba cerdas cermat K3, We Care QHSE, sosialisasi SOP mandatory dan Emergency Response Plan (ERP), serta Management Walkthrough.

Pjs QHSE Manager PT BSP sekaligus Ketua Panitia Bulan K3, Al Maududi Hadi, menyampaikan bahwa antusiasme peserta pada lomba tahun ini cukup tinggi. Namun, panitia membatasi jumlah peserta menjadi delapan tim dengan pertimbangan efisiensi waktu dan anggaran.

“Minatnya sangat besar, tapi kami batasi delapan tim. Meski begitu, semangat peserta tetap tinggi dan pelaksanaan lomba berjalan lancar serta selesai lebih cepat dari jadwal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lomba ini tidak sekadar ajang kompetisi, melainkan juga sarana pelatihan untuk membentuk tim tanggap darurat lintas fungsi di lingkungan PT BSP. Peserta dibekali pemahaman mengenai penggunaan alat pemadam kebakaran serta teknik pemadaman api yang benar.

“Harapannya, ketika terjadi kondisi darurat, mereka bisa bertindak cepat dan tepat untuk membantu tim pemadam dari Departemen QHSE,” jelas Al Maududi.

Peserta lomba berasal dari berbagai departemen, seperti security, operation support, production, serta mitra kerja, termasuk anak perusahaan PT Zapin. Ke depan, kegiatan serupa akan terus difokuskan bagi internal perusahaan dan mitra kerja.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Fire Fighting Competition PT BSP, Guswarman, mengatakan lomba berlangsung kompetitif dan penuh semangat. Penilaian dilakukan berdasarkan ketepatan, kecepatan, serta kekompakan tim.

“Penilaian dimulai dari tahap persiapan, proses pemadaman api, hingga pasca pemadaman seperti penggulungan selang dan pelaporan. Kekompakan tim menjadi poin utama,” katanya.

Menurutnya, setiap tim terdiri dari tujuh orang dari berbagai divisi, sehingga kegiatan ini juga menjadi ajang memperkuat kerja sama dan solidaritas antarpegawai. Hasil lomba akan diumumkan setelah proses evaluasi panitia dan tim juri.

“Meski bukan pemadam kebakaran profesional, peserta menunjukkan kesiapan yang baik. Melalui kegiatan ini, kemampuan mereka terus diasah agar siap membantu saat terjadi keadaan darurat,” tutup Guswarman.**

Tags

Terkini