iniriau.com, Pekanbaru – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau resmi menetapkan pengaturan kegiatan belajar mengajar selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah bagi SMA, SMK, dan SLB di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Riau. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Disdik Riau Nomor 100.3.4.1/DISDIK12/2026/44 yang diterbitkan pada 4 Februari 2026. Edaran ini mengatur penyesuaian jam belajar sekaligus jadwal libur Ramadan dan Idulfitri.
Kepala Disdik Riau, Erisman Yahya, mengatakan selama Ramadan jam pembelajaran dipersingkat untuk menjaga kenyamanan siswa yang berpuasa. “Jam belajar dikurangi tanpa menghilangkan substansi materi, sekaligus memperkuat pembinaan karakter dan keagamaan,” ujarnya, Minggu (8/2/2026).
Libur awal Ramadan ditetapkan pada 18–20 Februari 2026. Kegiatan belajar selama Ramadan berlangsung pada 23 Februari hingga 13 Maret 2026, dengan ketentuan maksimal enam jam pelajaran per hari dan durasi 30 menit per jam untuk SMA dan SMK. Sementara pengaturan di SLB disesuaikan dengan kondisi peserta didik.
Adapun libur akhir Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H berlangsung dari 16 hingga 27 Maret 2026. Seluruh siswa dijadwalkan kembali masuk sekolah pada 30 Maret 2026.
Disdik Riau juga meminta pengawas sekolah melakukan pemantauan agar seluruh ketentuan dalam edaran tersebut dapat dilaksanakan secara optimal di setiap satuan pendidikan.**