iniriau.com, SIAK - Pihak berwenang memastikan jumlah korban luka dalam insiden runtuhnya lantai dua objek wisata Tangsi Belanda di Kabupaten Siak mencapai 10 orang. Korban terdiri dari satu orang guru dan sembilan siswa SD IT Baitul Ridho Kampung Rawang Kao, Kecamatan Lubuk Dalam.
Guru yang mengalami luka yakni Mira Agustina (37). Ia dilaporkan hanya mengalami luka ringan dan dalam kondisi stabil. Sementara sembilan siswa yang turut menjadi korban masing-masing Sapira Zahwa (12) mengalami luka robek di kepala, Rusdatun Nadia (11) luka robek di kening, Haiwa Ruwaida (11) mengeluhkan nyeri pada pinggang kanan, Alifa Nada Wicaksono (11) mengalami pembengkakan pada telapak kaki kanan, serta Adelia Dwi Putri mengalami memar di tangan kanan.
Korban lainnya adalah Joana Putri yang mengalami nyeri di kaki kiri disertai lecet di bagian lutut, Aura (11) yang mengeluhkan nyeri di pinggang kiri dan kanan, Syifa (12) yang mengalami luka robek di bagian bawah bibir, baik bagian dalam maupun luar, serta Keisya Lutfi (12) yang mengalami luka robek di kepala.
Seluruh korban telah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Tengku Rafi’an Siak untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. Pihak rumah sakit memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Hingga Sabtu siang, objek wisata sejarah Tangsi Belanda masih ditutup sementara oleh dinas terkait untuk kepentingan penyelidikan dan pemeriksaan struktur bangunan demi keselamatan pengunjung.**